Apa itu Speaker? Pengertian, Cara Kerja, Jenis, dan Fungsinya

black speaker close up photography
Photo by Marinko Krsmanovic on Pexels.com

Speaker adalah perangkat elektronik yang mengubah sinyal listrik menjadi gelombang suara. Speaker dapat digunakan untuk mendengarkan musik, menonton film, atau untuk keperluan lainnya.

Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang pengertian speaker, cara kerja speaker, jenis-jenis speaker, dan fungsi speaker.

Pengertian Speaker

Secara umum, speaker adalah perangkat yang dapat menghasilkan suara dari hasil pengubahan gelombang listrik menjadi sebuah gelombang getaran. Gelombang getaran ini kemudian diubah menjadi gelombang suara oleh udara.

Speaker terdiri dari dua komponen utama, yaitu kumparan suara (voice coil) dan magnet. Kumparan suara adalah komponen yang menghasilkan getaran, sedangkan magnet adalah komponen yang menghasilkan medan magnet.

Cara Kerja Speaker

Cara kerja speaker adalah sebagai berikut:

  1. Sinyal listrik dari sumber suara (misalnya, komputer, ponsel, atau radio) diterima oleh amplifier.
  2. Amplifier memperkuat sinyal listrik tersebut.
  3. Sinyal listrik yang telah diperkuat kemudian dikirim ke speaker.
  4. Kumparan suara di speaker akan bergerak sesuai dengan sinyal listrik yang diterimanya.
  5. Gerakan kumparan suara akan menghasilkan medan magnet.
  6. Medan magnet yang dihasilkan kumparan suara akan berinteraksi dengan medan magnet yang dihasilkan magnet permanen.
  7. Interaksi antara kedua medan magnet tersebut akan menghasilkan getaran.
    Eight. Getaran tersebut kemudian diubah menjadi gelombang suara oleh udara.

Jenis-Jenis Speaker

Berdasarkan bentuknya, speaker dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu speaker pasif dan speaker aktif.

a computer and a speaker set on the desk
Photo by Pew Nguyen on Pexels.com
  • Speaker pasif adalah speaker yang tidak memiliki amplifier di dalamnya. Speaker pasif membutuhkan amplifier eksternal untuk dapat menghasilkan suara.
  • Speaker aktif adalah speaker yang memiliki amplifier di dalamnya. Speaker aktif tidak membutuhkan amplifier eksternal untuk dapat menghasilkan suara.

Berdasarkan frekuensi suara yang dapat dihasilkannya, speaker dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu speaker frekuensi rendah (woofer), speaker frekuensi menengah (midrange), dan speaker frekuensi tinggi (tweeter).

foto dari wikimedia commons
  • Woofer adalah speaker yang dapat menghasilkan frekuensi suara rendah, yaitu sekitar 20-200 Hz. Woofer biasanya digunakan untuk menghasilkan suara bass.
  • Midrange adalah speaker yang dapat menghasilkan frekuensi suara menengah, yaitu sekitar two hundred-2000 Hz. Midrange biasanya digunakan untuk menghasilkan suara vokal dan instrumen musik.
  • Tweeter adalah speaker yang dapat menghasilkan frekuensi suara tinggi, yaitu sekitar 2000-20000 Hz. Tweeter biasanya digunakan untuk menghasilkan suara treble.

Berdasarkan ukurannya, speaker dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu speaker complete variety dan speaker 2-manner, 3-way, atau lebih.

  • Speaker complete range adalah speaker yang dapat menghasilkan semua frekuensi suara, yaitu dari frekuensi rendah hingga frekuensi tinggi.
  • Speaker 2-manner adalah speaker yang terdiri dari dua buah speaker, yaitu woofer dan midrange. Speaker 2-manner biasanya digunakan untuk menghasilkan suara yang lebih jernih dan detail.
  • Speaker three-manner adalah speaker yang terdiri dari tiga buah speaker, yaitu woofer, midrange, dan tweeter. Speaker three-manner biasanya digunakan untuk menghasilkan suara yang lebih seimbang dan realistis.

Fungsi Speaker

Fungsi speaker adalah untuk menghasilkan suara dari sumber suara. Speaker dapat digunakan untuk berbagai keperluan, antara lain:

  • Mendengarkan musik
  • Menonton film
  • Melakukan presentasi
  • Memberikan pengumuman
  • Melakukan konferensi
  • Dan lain-lain

Kesimpulan

Speaker adalah perangkat elektronik yang penting dalam kehidupan sehari-hari. Speaker dapat digunakan untuk berbagai keperluan, antara lain mendengarkan musik, menonton movie, atau untuk keperluan lainnya.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *